Selamat malam, Bung Sandyoke. Saya sangat terkesan dengan surat Anda di blog Homeschooling Jakarta. Terima kasih atas komentar yang telah Anda berikan. Saya juga seperti Anda yang merupakan lulusan PTN di Jakarta yang menjadi incaran untuk melanjutkan kuliah dari murid SMU di Indonesia. Namun setelah saya menyelesaikan kuliah saya, ternyata ilmu yang diperoleh tidak memadai untuk bersaing di dunia kerja. Semua harus dipelajari dan ditelaah sehingga menjadi pengalaman yang berarti untuk mengisi kehidupan ini. Uang bukanlah menjadi prioritas utama, namun akan sangat membantu menyelesaikan beberapa problem hidup.
Yang menjadi tumpuan dalam bertahan hidup di belantara Jakarta, yang menurut Anda penuh tipuan dan muslihat, saling menjatuhkan dan hal-hal buruk lainnya, adalah banyaknya teman yang berhati baik. Tidak semua orang suka bermuslihat dan dimuslihati. Tidak semua orang senang dikritik dan semua orang pasti suka mengkritik. Dari situlah maka teman akan kita dapat dengan berbuat jujur serta menghormati orang lain meskipun mereka bekerja sebagai office boy atau tukang sapu jalanan. Dengan kebaikan dan kejujuran yang kita tunjukkan, tanpa memandang agama apa yang dianut, maka teman sejati akan kita peroleh.
Setiap orang mencari dan menjalani takdirnya masing-masing. Suatu saat kita diatas. Suatu ketika kita juga akan mendapat rintangan, dimana kita akan membutuhkan bantuan orang lain, baik itu berupa materi, doa, nasihat, atau pengalaman kehidupan. Inilah pengalaman hidup yang telah saya alami dimana di awal karir saya sangat mudah mencari uang, namun lupa diri untuk menabung. Namun dibalik kesombongan saya, tidak pernah saya lupa untuk menghormati orang tua dan teman-teman saya maupun orang lain yang tidak seberuntung saya. Ketika saya lengah dan usaha saya jatuh, beberapa teman sejati akan terlihat nyata. Teman yang hanya dalam senang akan menjauh, tetapi teman sejati akan tetap disamping kita. Itulah pelajaran yang sangat berharga dan buah kita dari menghargai orang lain. Kini saya telah diberi satu pelajaran lagi oleh kehidupan, yaitu selalu ikhlas dalam berbuat sesuatu. Ikhlas dengan apa yang telah diperoleh dan diberikan oleh Tuhan. Dan dengan ikhlas pula saya mencoba berjuang meraih kembali apa yang dulu pernah saya dapatkan.
Bila kita dicurangi atau ditipu atau dimuslihati oleh seseorang dan kita membalasnya, maka apa bedanya dengan mereka. Cukup kita mengerti dan tahu perlakuan mereka dan berbuat sabar. Bila habis kesabaran kita, keluarlah dari lingkungan itu. Masih banyak tempat dimana kejujuran menjadi modal utama menjadi sukses. Maka dengan jujur, sabar dan ikhlas dapat menjadi modal utama kesuksesan kita. Dengan berlaku curang, hanya keuntungan sesaat yang kita peroleh. Kita akan kesulitan berusaha karena setiap tempat yang kita diami akan men-cap kita sebagai orang yang curang, licik dan menjauhi kita. Rejeki juga semakin sulit dicari sebab semua yang kita kenal tidak pernah mereferensi kita.
Bung Sandyoke, Anda pernah kuliah di daerah yang mayoritas penduduknya masih menjalani pola hidup jujur, ramah tamah, dan ikhlas akan kehidupan yang dijalaninya. Mereka tidak seperti penduduk Jakarta yang berlomba-lomba menjadi kaya untuk terhormat. Dan Anda sangat nyaman tinggal di sana. Berarti sebenarnya hati Anda baik dan dan menginginkan hal itu di hati Bung. Jalankanlah apa yang menjadi keinginan Bung dan saya doakan Bung menjadi seperti yang diinginkan dan meraih kesuksesan dengan 3 kunci; Jujur, Sabar dan Ikhlas.
thanks bro…terima kasih buat masukan-masukan yang diberikan. saya sedikit demi sedikit mau belajar dan berproses dalam hidup.. kata kuncinya juga amat kena dan bisa dimengerti. sebelumnya saya maaf kalau saya lama membalas posting atau komentar yang saudara kirim. karena berbagai hal. tapi kembali lagi saya ucapkan terima kasih mau berbagi dan memberi saran kepada saya . anyway if punya lowongan atau pekerjaan yang menarik bisa di infokan ya kepada saya.. “GBU”
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
Selamat malam, Bung Sandyoke. Saya sangat terkesan dengan surat Anda di blog Homeschooling Jakarta. Terima kasih atas komentar yang telah Anda berikan. Saya juga seperti Anda yang merupakan lulusan PTN di Jakarta yang menjadi incaran untuk melanjutkan kuliah dari murid SMU di Indonesia. Namun setelah saya menyelesaikan kuliah saya, ternyata ilmu yang diperoleh tidak memadai untuk bersaing di dunia kerja. Semua harus dipelajari dan ditelaah sehingga menjadi pengalaman yang berarti untuk mengisi kehidupan ini. Uang bukanlah menjadi prioritas utama, namun akan sangat membantu menyelesaikan beberapa problem hidup.
Yang menjadi tumpuan dalam bertahan hidup di belantara Jakarta, yang menurut Anda penuh tipuan dan muslihat, saling menjatuhkan dan hal-hal buruk lainnya, adalah banyaknya teman yang berhati baik. Tidak semua orang suka bermuslihat dan dimuslihati. Tidak semua orang senang dikritik dan semua orang pasti suka mengkritik. Dari situlah maka teman akan kita dapat dengan berbuat jujur serta menghormati orang lain meskipun mereka bekerja sebagai office boy atau tukang sapu jalanan. Dengan kebaikan dan kejujuran yang kita tunjukkan, tanpa memandang agama apa yang dianut, maka teman sejati akan kita peroleh.
Setiap orang mencari dan menjalani takdirnya masing-masing. Suatu saat kita diatas. Suatu ketika kita juga akan mendapat rintangan, dimana kita akan membutuhkan bantuan orang lain, baik itu berupa materi, doa, nasihat, atau pengalaman kehidupan. Inilah pengalaman hidup yang telah saya alami dimana di awal karir saya sangat mudah mencari uang, namun lupa diri untuk menabung. Namun dibalik kesombongan saya, tidak pernah saya lupa untuk menghormati orang tua dan teman-teman saya maupun orang lain yang tidak seberuntung saya. Ketika saya lengah dan usaha saya jatuh, beberapa teman sejati akan terlihat nyata. Teman yang hanya dalam senang akan menjauh, tetapi teman sejati akan tetap disamping kita. Itulah pelajaran yang sangat berharga dan buah kita dari menghargai orang lain. Kini saya telah diberi satu pelajaran lagi oleh kehidupan, yaitu selalu ikhlas dalam berbuat sesuatu. Ikhlas dengan apa yang telah diperoleh dan diberikan oleh Tuhan. Dan dengan ikhlas pula saya mencoba berjuang meraih kembali apa yang dulu pernah saya dapatkan.
Bila kita dicurangi atau ditipu atau dimuslihati oleh seseorang dan kita membalasnya, maka apa bedanya dengan mereka. Cukup kita mengerti dan tahu perlakuan mereka dan berbuat sabar. Bila habis kesabaran kita, keluarlah dari lingkungan itu. Masih banyak tempat dimana kejujuran menjadi modal utama menjadi sukses. Maka dengan jujur, sabar dan ikhlas dapat menjadi modal utama kesuksesan kita. Dengan berlaku curang, hanya keuntungan sesaat yang kita peroleh. Kita akan kesulitan berusaha karena setiap tempat yang kita diami akan men-cap kita sebagai orang yang curang, licik dan menjauhi kita. Rejeki juga semakin sulit dicari sebab semua yang kita kenal tidak pernah mereferensi kita.
Bung Sandyoke, Anda pernah kuliah di daerah yang mayoritas penduduknya masih menjalani pola hidup jujur, ramah tamah, dan ikhlas akan kehidupan yang dijalaninya. Mereka tidak seperti penduduk Jakarta yang berlomba-lomba menjadi kaya untuk terhormat. Dan Anda sangat nyaman tinggal di sana. Berarti sebenarnya hati Anda baik dan dan menginginkan hal itu di hati Bung. Jalankanlah apa yang menjadi keinginan Bung dan saya doakan Bung menjadi seperti yang diinginkan dan meraih kesuksesan dengan 3 kunci; Jujur, Sabar dan Ikhlas.
thanks bro…terima kasih buat masukan-masukan yang diberikan. saya sedikit demi sedikit mau belajar dan berproses dalam hidup.. kata kuncinya juga amat kena dan bisa dimengerti. sebelumnya saya maaf kalau saya lama membalas posting atau komentar yang saudara kirim. karena berbagai hal. tapi kembali lagi saya ucapkan terima kasih mau berbagi dan memberi saran kepada saya
. anyway if punya lowongan atau pekerjaan yang menarik bisa di infokan ya kepada saya.. “GBU”